Murid Kelas XII SMAS PGRI 109 Tangerang Gelar Program Pemberdayaan untuk Masyarakat Sekitar

Diposkan oleh: Admin | Tanggal: 27 February 2026 | Berita: SMA


Tangerang, SMAS PGRI 109 – Program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh murid-murid kelas XII SMAS PGRI 109 Tangerang telah berjalan selama empat tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada 2022. Awalnya program ini hanya menjadi bagian dari praktikum mata pelajaran Sosiologi, namun seiring berjalannya waktu, Kepala Sekolah melihat potensi positif dari kegiatan tersebut, sehingga program ini akhirnya diterima sebagai bagian dari kurikulum sekolah dan menjadi salah satu syarat kelulusan bagi murid-murid kelas XII.

Menurut Pak Akbar Caesar Prasetio, M.Pd., Sekretaris Panitia Pemberdayaan Masyarakat SMAS PGRI 109, tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid-murid dalam menyalurkan ilmu yang mereka peroleh selama masa pendidikan ke dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. "Program ini juga bertujuan agar murid-murid dapat bersosialisasi dengan masyarakat serta menciptakan hubungan yang harmonis," ujar Pak Akbar.

Proses pemilihan tema program pemberdayaan ini sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing kelompok murid, tentunya dengan bimbingan dari para guru. Setiap kelompok bebas menentukan tema dan topik yang sesuai dengan minat mereka, dari kegiatan olahraga hingga kesenian. Program-program yang telah dilaksanakan antara lain futsal, badminton, calistung (baca tulis hitung), seni teater, hingga seni rupa, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dalam pelaksanaan program ini, setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok memiliki ketua, sekretaris, dan bendahara. Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan seluruh aspek pemberdayaan, yang berlangsung selama satu bulan dengan 10 pertemuan. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat sebagai sasaran pemberdayaan, terutama anak-anak usia 5-12 tahun, yang disesuaikan dengan target dari masing-masing kelompok.

Pak Akbar juga menambahkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh para murid adalah komunikasi dengan masyarakat sasaran, terutama di awal. Menentukan tempat pemberdayaan menjadi faktor kunci dalam kelancaran program ini. Faktor cuaca juga menjadi tantangan, mengingat kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari yang masih masuk musim hujan. Hal ini berpotensi mengurangi jumlah peserta dari anak-anak yang ingin berpartisipasi.

Meski begitu, dampak positif yang dirasakan masyarakat sudah terlihat. Beberapa testimoni dari masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kedatangan para murid. Anak-anak yang mengikuti program pemberdayaan ini mendapatkan banyak pelajaran baru yang bermanfaat.

Pak Akbar berharap agar program ini terus berlanjut dan menjadi program unggulan SMAS PGRI 109. "Manfaat yang dirasakan oleh para murid dan masyarakat sangat besar, dan saya berharap program ini dapat terus dilaksanakan untuk masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Antusiasme dan komitmen murid-murid kelas XII dalam menyelesaikan tugas akhir mereka melalui program pemberdayaan ini juga patut diacungi jempol. Mayoritas murid melaksanakan program ini dengan baik, dan hanya beberapa yang terhalang karena sakit atau kegiatan kompetisi di luar sekolah.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh murid-murid kelas XII SMAS PGRI 109 ini bukan hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, namun juga menjadi bagian penting dalam pengembangan karakter dan keterampilan sosial bagi para siswa. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan kegiatan pemberdayaan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.