Diposkan oleh: Admin | Tanggal: 4 March 2026 | Berita: SMA
Ujian Praktik Bahasa Jepang di SMAS PGRI 109 Tangerang baru-baru ini digelar sebagai bagian dari syarat kelulusan bagi siswa kelas XII. Ujian ini tidak hanya bertujuan untuk menguji pemahaman siswa terhadap bahasa Jepang yang telah mereka pelajari, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan keterampilan berbicara dan mendengarkan dalam situasi yang lebih nyata, sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Ibu Firda Elga Paulin, S.Pd., guru Bahasa Jepang di sekolah ini, mengungkapkan bahwa ujian praktik ini sangat penting untuk menilai keterampilan siswa secara keseluruhan. "Fokus utama ujian tahun ini adalah berbicara dan mendengarkan. Kami ingin siswa bisa mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dengan percaya diri, terutama dalam berbicara dan merespons dalam bahasa Jepang," ujar Ibu Firda dengan senyum penuh harapan.
Sebagai syarat kelulusan, seluruh siswa kelas XII diminta untuk membuat presentasi dengan tema "Personal Branding" yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jepang. Mereka diberi waktu untuk mempersiapkan presentasi lisan yang berdurasi minimal 2 menit dan maksimal 4 menit. Setiap siswa lalu mempresentasikan materi mereka di depan panelis yang terdiri dari seorang penutur asli Jepang dan Ibu Firda sendiri.
Meski ujian berlangsung lancar, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi siswa. Kendala teknis yang sering muncul adalah keterbatasan perangkat, karena banyak siswa yang tidak memiliki laptop pribadi. Selain itu, beberapa siswa merasa kesulitan menggunakan MS PowerPoint karena terbiasa dengan aplikasi lain seperti Canva yang membutuhkan akses internet. "Kami menyadari hal ini, jadi saya meminta mereka untuk mempersiapkan presentasi dalam bentuk file PPT offline sebagai cadangan. Dengan begitu, mereka bisa menyimpannya di flashdisk atau perangkat lainnya agar tidak terhambat masalah teknis," jelas Ibu Firda dengan penuh pengertian.
Selain itu, dalam hal penilaian kemampuan menulis dan membaca, fokus utama adalah bagaimana siswa dapat menggunakan hiragana dan katakana dengan benar sesuai standar yang ditetapkan oleh The Japan Foundation. Ibu Firda menambahkan, "Karena level mereka A1-A2, kami tidak menuntut penggunaan kanji yang terlalu rumit. Yang penting, mereka bisa membaca dan menulis dengan benar sesuai dengan level mereka."
Dengan ujian praktik ini, Ibu Firda berharap siswa tidak hanya memperoleh nilai akademik, tetapi juga merasa lebih siap menghadapi dunia nyata, terutama jika suatu saat mereka berkesempatan untuk tinggal di Jepang. "Saya ingin mereka merasa lebih percaya diri menggunakan bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya berhenti di ruang kelas, tapi bisa langsung diterapkan dengan cara yang sederhana dan efektif," harapnya.
Ujian Praktik Bahasa Jepang ini menjadi langkah yang sangat berarti bagi siswa kelas XII di SMAS PGRI 109 Tangerang. Selain sebagai syarat kelulusan, ujian ini juga membantu siswa untuk lebih mandiri, mengasah keterampilan berbahasa Jepang mereka, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi dengan bahasa asing. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap untuk menghadapi ujian, tetapi juga siap untuk menghadapi dunia yang lebih luas.