Diposkan oleh: Admin | Tanggal: 23 April 2026 | Berita: SMA / SMK
Pembukaan Kegiatan oleh Wakil Pimpinan Sekolah.
Tangerang, 21 April 2026. Suasana di Sekolah Zhebot-Q, tampak jauh lebih berwarna dari hari biasanya. Hari ini, seluruh warga sekolah bersatu merayakan peringatan Hari Kartini dengan penuh antusiasme.
Ibu Sri Hastuti, S.Pd.

Ibu Heny Lestari Nugraheni, S.Pd.

Sejak pagi, area sekolah sudah dipenuhi oleh para siswa/i dan guru yang tampil rapih mengenakan pakaian adat dan kebaya. Acara pagi ini dibuka oleh Wakasek SMAS PGRI 109 Kota Tangerang, Ibu Sri Hastuti, S.Pd. dan acara di siang hari dibuka oleh Wakasek SMKS PGRI 109 Kota Tangerang ibu Heny Lestari Nugraheni, S.Pd.
Penampilan Tari Kolosal (SMAS).
Setelah adanya sambutan oleh atasan sekolah. Acara berikutnya adalah salah satu acara yang paling ditunggu tunggu, yaitu Tari Kolosal. Singkatnya Tari kolosal adalah pertunjukan tari yang melibatkan banyak penari dengan gerakan yang serempak dan terkoordinasi. Tari kolosal ini melibatkan seluruh siswa/i kelas X dan XI (SMAS) dan tiap kelasnya dari provinsi yang berbeda beda. Tari Kolosal yang dilakukan tidak hanya sekedar tarian biasa, namun sebuah Tari yang melatih kekompakkan dan kebersamaan secara langsung dan menunjukan bahwa indonesia memiliki budaya yang kaya dari setiap provinsi nya.

Penampilan Tari Kembang Jatoh (SMKS).
Setelah penampilan Tari Kolosal yang diwakilkan oleh SMAS, kegiatan dilanjut dengan penampilan tari yang dibawakan oleh ekskul tari Zhebot-Q yaitu tari kembang jatoh (SMKS). Nama "Kembang Jatoh" secara harfiah berarti bunga yang jatuh. Dalam konteks budaya Betawi, tarian ini melambangkan perubahan fase kehidupan seorang gadis yang beranjak dewasa (pubertas). Bunga yang jatuh diibaratkan sebagai simbol kecantikan, kelembutan, dan proses pendewasaan seorang wanita yang tetap menjaga kehormatannya.

Perlombaan Pidato dan Drama Pendek.
Kemudian setelah rangkaian penampilan siswa/i, acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh OSIS dan MPK, seperti drama pendek (SMAS) dan pidato (SMKS), yang diikuti oleh seluruh siswa/i kelas X dan XI.
Drama Pendek

Melalui drama, siswa/i menyampaikan kisah inspiratif tentang perjuangan dan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, yang mencerminkan nilai keberanian, keteguhan, dan semangat emansipasi, selaras dengan cita-cita Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan di Indonesia.
Pidato

Sementara itu, lomba pidato menjadi wadah bagi siswa/i untuk melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus menyampaikan gagasan kritis tentang kesetaraan gender dan pentingnya pendidikan, terutama dalam memaknai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini pada peringatan Hari Kartini.
Penampilan Fashion Show Siswa/i dan Guru-Guru.
Sebagai penutup acara, digelar fashion show yang diikuti oleh siswa-siswi dan para guru dengan mengenakan busana adat dari berbagai provinsi. Penampilan ini tidak hanya menampilkan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga melatih kepercayaan diri serta kreativitas peserta.

Harapan dan Penutup Kegiatan.
Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus mencerminkan semangat Raden Ajeng Kartini dalam membangun generasi yang berani, mandiri, dan berdaya di momen Hari Kartini, serta diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, mempererat kebersamaan antar siswa/i, dan menginspirasi seluruh peserta di zhebot-Q untuk terus berkarya, percaya diri, serta berkontribusi positif bagi lingkungan, bangsa, dan masa depan yang lebih setara dan berkemajuan.